HIDAYAT PIQRI, S.PD.


KARYA  HIDAYAT PIQRI, S.PD.



1)      Eye of bullshit!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hari ini ku jatuh tengkurap.
Airmata telah lama pergi. Terbirit bersama yang namanya kesedihan. Ku bangun, mengangkat mukaku lantas mengangkang dan mengencingi keputus-asaan.
Sang nasib terkekeh...bersama sang waktu yang tidak sadar bahwa giginya sudah banyak yang tanggal.
 Kucium dan kuhirup kebusukan zaman, kujilat dahak materialisme dan kemunafikan lantas kuludahkan kembali ke muka para penguasa yang merasa Tuhan.
Sedang Tuhan...entah bersembunyi dimana.
Terkubur diantara gedung pencakar langit, tersesat di tengah hutan belantara atau ...takut melihat makhluk ciptaan-Nya sendiri.
@pelukis_kata


2)      blue (Biru)

 

langit berduka
semuram hatiku yang masih menunggu
adakah aku pernah singgah di ingatanmu yang berharga?

aku menangis
hatiku menjerit
kenapa sempat kau isi ruang kosong itu

ruang kosong yang akan tetap kosong meski sekian hati telah mencoba untuk menyapa
dan aku lelah untuk terus mencoba mencintai
jika yang aku cintai hanyalah kamu
kamu
hanya kamu
@pelukis_kata



3)      Mendung (meski langit cerah)

 

Airmataku luruh
Berbarengan dengan bulir air matanya yang jatuh berderai
Wanita paling berharga dalam hidupnya telah menutup mata untuk selamanya

Aku teringat 17 tahun yang lalu ketika ibuku dan ibunya pergi meninggalkan kami
Kami melihat mereka melambai lantas pergi dengan pesawat yang membawa mereka jauh...
Sangat jauh...meninggalkan kami bertahun-tahun hingga hampir mencapai pubertas

Saat itu, airmata kami juga luruh tak tertahankan.....
Kami baru berumur 7 tahun
Dan kami sudah harus merasakan arti kata "kehilangan"

Kesamaan nasib membuat kami dekat
Sepanjang hidupku dialah teman wanita terdekat

Waktu berlari
Nasib membawa dia pergi ratusan mil
Ada jarak
Hingga sang waktu mempertemukan kami lagi
Ketika dia menangis di atas tanah merah makam ibunya
Air matanya luruh...seperti airmataku yang tak kuasa ku bendung
Sahabatku... masih ada aku di sampingmu



Amuntai: Jumat, 12 Februari 2010
Mengenang 1 hari kematian ibu seorang sahabat
@pelukis_kata






4)      MAAFKAN AKU

 

Maafkan aku karena tak seperti yang kau harapkan
Kau ingin aku menjadi seorang pangeran tampan
Namun aku hanyalah seekor kodok jelek yang kurapan

Maafkan aku kalau tak selalu bisa menolongmu
Membantumu kalau kau kesusahan
Karena aku hanyalah seekor kodok yang lemah
Yang untuk menanggung bebanku sendiri hampir tidak sanggup

Maafkan aku tak selalu bisa menghiburmu
Menghapus tangisan dari wajahmu
Karena aku sendiri . . .
Bersusah payah untuk menghibur diriku sendiri

Maafkan aku tak selalu bisa menemanimu
Ada saat dimana aku ingin sendirian
Ada saat dimana aku tak butuh orang lain
Ada saat dimana aku tak ingin bersama siapapun

Maafkan aku tak bisa berubah
Aku tetap kodok jelek yang kurapan
Apakah kau masih bersedia menjadi temanku?
Kalau iya, terimalah aku apa adanya.

Banjarmasin, Maret 2004
@pelukis_kata




5)      Let Me Go…

 

I’m sorry . . . I never be a perfect mate 4 U
Jika saja Tuhan mau bermurah hati dan membukakan pintu hatiku
Sedikit saja . . .maka akan kucintai kau meski cinta itu cuma setetes 
Andai saja . . .

I hope U know that I’m not a perfect man
Dan hanya sedikit bagian dari diriku yang bisa kau banggakan
So, let me go . . .
Lepaskan aku . . . pelan-pelan saja

Nothing wrong with U . . .
U’re so adorable . . .
Aku-lah yang salah
I never feel the “flame”
Wish U understand . . .
@pelukis_kata




6)      Dearest R

 

Berharap kau memberikan secuil saja dari perhatianmu padaku. 
Berharap kau mengerti perasaanku. 
Berharap kau punya hati untuk memberikan sedikit kasihmu untukku. 

Sungguh aku hampir putus asa. 
Sungguh aku lelah meraihmu.
Sungguh aku lelah menunggumu.
Dan haruskah kukorbankan segalanya agar kau mengerti.

Sungguh aku memang tidak sempurna
Carilah kekuranganku
Maka akan kau temukan berjuta-juta
Tapi tidak bisakah kau terima aku apa adanya ?
Seperti aku yang terus mencoba untuk mengerti kamu
@pelukis_kata



7)      Mencintaimu…


Aku mencintaimu dalam gelegak rindu yang hangat temaram
Seperti menikmati lilin di kegelapan malam

Aku mencintai hembusan nafasmu yang laksana embun
Sedang aku terus mekar dan merimbun

Kala kau memelukku, aku merasa waktu berjalan lambat
Kala kau menciumku, aku merasa bulan berputar di tanganku

Kala kau menyatu denganku, aku merasa angin berhenti berhembus,
waktu berhenti berjalan, yang ada hanya kita . . . ya, hanya kita.
@pelukis_kata





8)      Tuhan, hapus perihku



Betulkah cinta tak pernah bisa dihapus dari hati?
Walau kadang meninggalkan perih.
Mengapa aku selalu menangis bila mengingat dia?
Apakah aku terlalu cinta?

Tuhan… lungkrah aku dalam ketakberdayaanku.
Dekap aku dalam cinta-Mu.
Maafkan aku kareana cintaku lebih besar kepadanya dibanding-
kepada-MU

Hapus airmataku Tuhan dengan Rahiim-Mu
Bantu aku bangkit Tuhan dengan Rahmaan-Mu
Buatlah keajaiban Tuhan dengan Kun Fayakun-Mu.
Aku bersujud..bersama semesta-Mu

Banjarmasin: 8 April 2007
@pelukis_kata





9)      Tanpamu…


Engkau adalah untaian syair
Hadir sesaat mengisi jeda di ruang kosong hatiku

Engkau adalah tetesan embun
Hadir sesaat menyiram gersang batinku

Engkau adalah kaki kokoh
Hadir sesaat menopang pincang jalan hidupku

Dan kusadari arti hadirmu yang sesaat itu…
Namun aku mesti terus hidup walau kau tinggalkan
Meski kosong…
Meski sunyi…
Meski kering…
Meski menyakitkan…
@pelukis_kata




10)  Jika aku bukanlah aku


Engkau adalah sesosok bayangan
Datang tanpa di sadari
Pernah membuat aku bermimpi

             Ketika kau pergi
             Aku sadar mimpi hanyalah mimpi
             Dan hanya akan menjadi mimpi

Di saat bersamamu aku berubah
Ketika kau pergi
Aku kembali menjadi aku

Dan tetap menjadi aku
Walau ribuan kali aku ingin aku bukanlah aku
@pelukis_kata

Komentar

Postingan Populer