KRISTA RUBEL


KARYA KRISTA RUBEL

1.      SE - JU - TA (Setia, Jujur, Takwa)

Aku butuh sejuta
untuk modal awal kita
selanjutnya rajut bersama dan berusaha lebih kaya

Bsok lusa bila sejuta berlipat ganda
kita tebarkan saja
berbagi dengan sesama

lalu berlahan kita memasuki ruang senja
menua dengan bahagia
merayakan pagi dengan dua gelas teh hangat yang sederhana
mengisi malam dengan cerita romantisme usia muda

dan saat hari raya tiba, ada banyak pelukan kecil menghampiri kita,
meyapa Opa-Oma
ini adalah asa......
@Tak_selesai



2.      Cacat tak terlihat

Maaf aku buta warna,
sebab semua tampak merah muda, padahal semu!

Maaf aku bisu,
tak bisa bicara kala cinta merajai kalbu, padahal tipu!

Maaf aku tuli,
sebab sunyi adalah rumah bagi hati yang nyeri

Maaf lidah ku campah,
hilang semua sejuta rasa

Maaf kulitku rapuh,
sebab luka masih basah

Cinta,
lihatlah kau buat cacat seluruh indra.
@Tak_selesai




3.      Ini rindu, sungguh!

Mungkin bagimu sekedar
Namun bagiku, ini tak lekas pudar
Sebab rindu yang nanar selalu bergetar
Diantara aliran darah yang tak terasa, rindulah yang ketara
Aku nyaris gila maka jangan kau abaikan rindu ini dengan sengaja
Jika kau ada waktu senja ini, mari kita bertemu di warna jingga
Agar rindu tuntas sudah
Agar luas rasa bahagia
@Tak_selesai




4.      Kita pulau

Kau pulau. Aku pulau
Kita hanya berseberangan
Dan kemudian disambungkan jembatan
Jembatan kokoh lagi indah berkilau

Hingga kita lupa batas pemisah
Yang ada hanya satu dalam bersama
Laut di bawahnya menjelma aliran surga
Dan udarah segar tanpa dahaga

Jembatan ini adalah cinta
Yang kita bangun berdua, lewat sepasang tatapan mata
Dan seuntai do’a yang kita terbangkan bersama
Hingga cinta berbuah restu dari Nya
@Tak_selesai



5.      Satu

kau adalah satu.
Tempat kesenangan dan kesedihan bersimpuh
Kau adalah Satu
Tempat duka dan lara mengaduh
Kau adalah Satu
Tempat bahagia dan cita bersumbuh
Dan kau adalah Satu
Yang mempertemukan aku dengan rasaku
Hingga hidup tak abu-abu
@Tak_selesai



6.      Kita

Adalah kita,
sisa-sisa kenangan yang sengajah lupa dimakamkan
Hingga rindu terus gentayangan ,menghantui ingatan yang mulai ketakutan

Adalah kita,
Kebencian yang sekuat sebuah kecintaan
Hingga selalu mekar dalam ingatan

Adalah kita,
Yang merayakan perpisahan dengan kerinduan yang jahanam
Kau dan aku adalah kita yang tak selesai dibaca alam

@Tak_selesai




7.      Kenang kunang

Masa silam menjelma kunang-kunang
Yang kian nyata dalam kelam
Sebab itu aku benci malam

Kenangku adalah kamu
Yang enyah bersama waktu, 6 tahun lalu
Dan pencarian kulakukan tanpa radar
Tersesat diantara ilalang tajam
Terluka terhujam, aku abaikan

Aduhai, mengertilah….
Kamu tak pernah pudar, meski kunang-kunang padam seiring fajar

@Tak_selesai



8.      KAU, DIA, dan Aku

Untuk dia, kau terhujnm rasa.
Demi dia, kau kedinginan dan terluka.
      Sedangkan dia, acuh tak tergoda.
      Menari bersama rasa yang lainya.
Dan aku adalah yang menatapmu dari jauh.
Diam-diam  meneteskan air mata.            
      Lihatlah, kita tiga tanpa segi tiga.
      Hanya garis lurus semu tanpa titik temu.
      Maka mari sudahi saja.
Dan kau berteduhlah dengan segera.
Sebab aku akan menjelma payung puisi.
Tempat rasamu bersembunyi.
Tanpa kenal patah hati.
@Tak_selesai



9.      Pelukan dalah gula

Aku sudah entah
Kehabisan cara untuk sekedar berkata-kata
Kurasa sunyi diantara kita sudah cukup tua
Nyaris sekarat sebab penyakit lansia
Maka marilah bicara, dengan secangkir kopi pekat tanpa gula
Sayang, minumlah dengan segerah
Agar kau tau betapa pahit cinta untuk kita
Betapa getir ini terasa
Aku sudah nyaris menyerah. Meski masih ingin berusaha
Sayang, taukah kau cara membeli gula?
Jika kau tak tau. Kemarilah, kita berpelukan dengan setia. Ini gula yang sebenarnya.

@Tak_selesai




10.  Kelilipan

Menggenang sudah bening air di pelupuk mata
Tapi santai saja, aku akan tersenyum
Senyum kali ini serupa siasat
Agar bening cair tetap tertahan di lingkar mata

Dan kamu, saya persilahkan pergi
Pergilah sejauh yang kamu mau
Temukan pemilik hati yang akan mendo’akanmu lebih banyak
Dan santai saja, bagiku melepaskan adalah bagian dari mencintai
Jangan, jangan berbalik!
Aku akan lebih nyaman melihat punggungmu berangsur samar
Tidak akan ada lambayan tangan
Namun langkahmu cukup menjelaskan, bahwa kisah ini selesai sebelum terkukuhkan

Jangan, jangan berbalik!
Aku takut berubah pikiran
Maka ikuti saja intruksi ku
Lanjutkan langkahmu terus ke depan dan biarkan kenangan ini milik ku sendiri
Jangan, jangan berbalik!
Biarkan ini menjadi kenangan dan enyah di masa depan
Jangan risau atas aku yang berdiam di halaman belakang
Jika tadi sempat kau lihat ada sesuatu yang menggenang di pelupuk mataku, Sungguh aku hanya kelilipan!

@Tak_selesai

Komentar

Postingan Populer