MUHAMMAD CHAIRULLAH


KARYA MUHAMMAD CHAIRULLAH

1.      Kisah Rindu Dan Cinta

Tanpa ragu ada padaku
ternyata rindu hadir padaku
terbungkus rapi dihatiku
terukir nama siapa yang kurindu

dia yang siapa lagi
dia yang tak lain
yang tak bukan
dia yang ialah kau
; yang terukir untukku rindu

Pagi mentari senantiasa cerahkanku
seketika terbangunku pada lelapku
terbangunkan akan penuh rindu-rindu
yang terukir namamu dihatiku
yang terjerat oleh rantai-rantai egoku
dimana aku tak mau merindukan sesosok yang lain
kalau bukan kau. yang memang kurindu

Inilah kisah rindu
seseorang yang merindukanmu ialah aku
inilah kisah cinta
seseorang yang mencintaimu ialah aku
terjaga, selalu pada setia yang kuukir sendiri
ada dan nyata
: Saat kita bersama
@Chairul__


2.      Menafsirkan Hidupku Sendiri

Suatu masa kehidupan yang telah terlewati
begitu panjang perjalanan hidup ini
Aku ialah seorang yang melewati hidupku kali ini
hanya sendiri,ya mungkin tak benar-benar untuk sendiri
Mencoba menafsirkan arti hidupku sendiri
tanpa ada yang memahami untuk hidupku sendiri
Aku hanya sendiri, tanpa kekasih hati
setiap aku menemukan cinta, hanya merasakannya sendiri
tanpa ada rasa yang kucintai merasanya jua
Sampailah arti hidupku kali
dan mungkin penuh tanya-tanya
“Mengapa aku selalu sendiri, dan aku tak berhakkah dicintai?”
seseorang mungkin akan menjawabnya
“Kau berhak untuk dicintai, namun tunggulah saat itu tiba. Bersabarlah…”
aku, setabah mungkin selalu menunggu waktu itu tiba
; mencintai pun jua akan ada dicintainya aku
@Chairul__





3.      Lagi Dan Lagi

Lagi dan lagi, ah aku gila
mengapa tak kuakhiri saja cinta yang tak ada ujung ini
jika meneruskannya hanya membuang waktuku percuma
yang jua membuat dada dirajam kesedihan yang begitu nyeri
dan membuatku seakan mati pada sepi, atau termenung pada pucuk asaku
Ya ya ya ya, aku seharusnya mengakhirinya, dan benar-benar melewatkannya
; bayangmu, tatapmu, senyummu, kibasan rambutmu, belaian tanganmu, pelukan hangatmu
ah, terlalu banyak kusebutkan membuatku makin lupa untuk melupanya
Gila, gila, gila, lagi dan lagi, ah sial!
seharusnya tak kusebut tentangmu lagi
jika aku ingin menjadi pelupa yang melupakanmu
Gila!!
Kubiarkan saja aku menjadi pelupa
yang kulakukan hanya membenturkan kepalaku sendiri
--jadilah aku pelupa yang baik, walau darah kepalaku bersimpuh kemerahan
@Chairul__






4.      Inikah Penyesalan

Berkali-kali kutuliskan puisi cinta
berkali-kali kutuliskan puisi rindu
berkali-kali kutuliskan puisi kenangan
berkali-kali kutuliskan puisi sayang
: Hanya untukmu

Sesekalinya aku merasa hampa, dan perlahan tenggelam pada sepi
malam yang begitu hening, hanya ada bintang-bulan-angin-dan bayangmu
sudihkah kau di sana kesini untuk sekadar bertamu?
atau mungkin kutawarkan saja, sudihkah kau kemari untuk bersamaku pada sepi?
Pilihlah yang mana kau suka, aku hanya menunggu jawabmu

Sepi…
Kau tak ada jatuhkan dalam dua pilihan
lantas, aku mencintaimu percumakah?
lantas, sekalian aku mengharapkanmu percumakah?
--pun tanyaku berlewat bersama angin
satu tanya lagi tiba; inikah namanya penyesalan? – lagi dan lagi sepi…
@Chairul__




5.      Lelaki Yang Mencintai Kekasihnya

Sudah lama dia bersama kekasihnya
seakan mereka hidup pada bahagia yang nyata
mereka saling membagi tawa, canda, cerita, dan bahkan luka
Cinta seperti itulah yang sebenarnya, yang kukasih untuk kita
--kata lelaki kepada gadis yang dicintainya
pun gadis itu tersenyum manis, sebut saja gadis itu kekasihnya
Ciuman kecil lelaki untuk kening melayang pada kekasihnya
mereka pun saling berbalas cium
ah lagi lagi mereka tersenyum
sesambil mengatakan
“Aku mencintaimu kekasihku, dan mungkin tak lama penghujung cinta akan ada
segera saja kukatakan, kunikahi kau kelak. Kita memang harus siap-siap saat itu tiba!”
Akhir percakapan yang gadis meng-iya-kan, berakhirlah pada peluka

@Chairul__






6.      Apa Artinya Cinta?

Apa artinya cinta?
Seperti sepasang kekasih yang saling menerima apa adanyakah?

Apa artinya cinta?
Seperti seorang Ibu yang memberi anaknya uangkah?
atau seperti seorang Ibu yang memberi kasih sayang yang tulus pada anaknya-kah?

Apa artinya cinta?
Seperti lelaki yang mau memberikan apa pun untuk gadis yang dicintai-kah?

Apa artinya cinta?
Ah sudahlah, kuakhiri saja tanyaku yang tertulis pada puisi ini
Dan jika kau bisa menjawabnya dari puisi yang tertulis ini
itulah arti cinta yang sebenarnya
pun jua aku sependapat apa yang kau katakan

@Chairul__




7.      Aku Penggombal?

Aku mencintaimu lebih dari kekasihmu
Aku mencintaimu lebih dari apa yang kau tahu tentangku
; yang katanya aku cuma penggombal, omong kosong belaka, suka mendua
Sudahlah, jangan kau dengar kata mereka
Coba dengar suara hatimu
dia, diriku, atau mereka?
Aku beri tahu kau, suara hatiku memilihmu
dan itu memang mutlak karena cinta

Aku penggombal katamu?
Ah tidak!
Aku hanya pecinta ulung
yang berharap hatimu terjatuh
lalu aku mengaisnya dan menyatukannya padaku
untuk menjadi kita
: Aku, kamu, saling mencintai
@Chairul__





8.      Pada Tatapmu

Pada tatapmu, kutemukan aku yang diam terpaku
tentunya mungkin akan ada cinta padaku
yang jua begitu dalam

Pada tatapmu, kutemukan segala yang pernah kurasa hilang
rindu-rinduku yang semalam yang entah kemana tak kunjung datang

Pada tatapmu, kutemukan mungkin waktu seakan berjalan lambat
tanpa terasa kejatuhan luka dalam pun ada pada hati
di mana ia merenges menahan nyeri
ketika semuanya itu hanya semu
yang kusebut itu hanyalah dulu
: Kenangan kita
@Chairul__








9.      Simfoni Rindu

Malam begitu hening
seakan diri mati pada sepi
kenangan satu persatu hadir tanpa di undang
sepi ini ialah keramaian akan masa lalu
masih saja bersama kenangan
mungkin saja yang manis kali ini hadir
bukan untuk yang pahit
namun angin seakan menari-nari bersama rindu
alunan musik angin kali ini berbeda
menghantarkan getar dada
menikam sepi yang begitu nyata
simfoni rindu, kali ini benar-benar dahsyat!
“AKU MERINDUKANMU, MASA LALUKU”
@Chairul__








10.  Tersudut

Tersudut
pagiku enggan mau beranjak pada siang
masih saja embun kia berjatuhan
denting-deting senyummu tepat jatuh pada ingatan
sesekali aku ingin membalas senyummu
walau itu mungkin akan terlihat konyolnya aku
tersenyum pada embun

Tersudut
rinduku masih saja mengebu-ngebu memanggil nama yang di rindu
namun tak tahu pastinya apakah aka nada rindu jua untukku?
Ya entahlah..

Tersudut
semua yang tertulis ialah hanya yang tertulis namun apa yang kurasa kutuliskan saja
hingga nyeri di dada ini sedikit terbagi pada puisi-puisiku..
pada akhirnya jua sedikit dada ini begitu lapang pada kesedihan yang tertulis
pun yang hanya di rasa saja
@Chairul__

Komentar

Postingan Populer