REZA SURYA PRATAMA


KARYA REZA SURYA PRATAMA

1.      Di Ujung Jalan
Pada akhirnya aku percaya doaku akan dikabulkan, melalui pertemuan kita nanti.
Sebelumnya, Berikan aku jalan untuk menyudahi rindu ini, memelukmu misalnya lalu aku persembahkan rinduku, rindu yang tak pernah disamakan oleh yang lain.
Percayalah hari yang lalu menyisakan kenangan dan hari ini melahirkan kemenangan karena rindu tersampaikan.

Mungkin kata maaf ialah untaian kalimat suci yang menyejukkan segala kegundahan hati
karena mungkin rinduku selama ini mengusik hidupmu, maafkan aku untuk itu. Kemudian malam begitu cepat berlalu, pagi begitu singkat, namun diantara pagi, siang, malam selalu ada rindu yg aku kumpulkan.

Jika cinta tak pernah terjawab, paling tidak rindu selalu terbalas. Dan sekuat apapun kamu ingin meninggalkan kenangan, pada akhirnya dia akan datang kembali bersama rindu yang tak terduga. Permohonankuku, jika tanganmu aku pegang, jangan beratkan langkahmu untuk menemui kebahagiaan di ujung jalan sana.
@Rezasuryap


2.      Puisi Tak Bertautan
Ini aku bersama puisiku yang tak bertautan namun memiliki makna tentang aku merindukanmu.
Aku sangat bersyukur dan bahagia ketika melihatmu terbiasa tanpa diriku, tapi aku tetap mencintaimu dengan untaian kata-kata suci dari kalbu. Agar kamu bisa menunjukkan lengkungan senyummu di saat aku terpana dalam kesedihan?
sebab itulah senyuman bidadari surga yang aku dapatkan.

Lalu cinta sebenarnya itu ketika dia mampu menyisipkan sebuah senyuman di antara duka dan suka untuk yang dicintainya. Dan aku berikan kenangan cinta di masa lalu, itulah kado terindah untuk masa sekarang dan masa depan. Akan cukup kukatakan terima kasih ketika dia pergi, bukan maaf apalagi menyalahkan, karena cinta tidak pernah salah.

Sedikitpun aku tidak pernah mengingat kenangan buruk di masa lalu untuk diberikan kepada seseorang di masa akan datang. Pada akhirnya, suatu saat aku akan pergi dan pulang ke rumahku, lalu rumahku itu ialah hatimu, jadi tenanglah dan tunggu aku.

Dan aku minta jangan ungkapkan janji manismu kalau itu membuatku harus tersesat karenanya. Kukatakan, bahwa aku ialah cerminmu, berdirilah kamu di depan cermin itu maka kamu akan melihat seseorang yang ada di dalam hatimus selamanya. Dan pada akhirnya jika merindukanmu, dia akan memanggilmu. Jika mencintaimu, dia akan membuktikannya.

@Rezasuryap



3.      Lirih dalam Doa
Pagi ini kutemukan jiwa yang rapuh ketika bait doa tadi malam hanya menyisakan rindu yang tak pernah tersampaikan. Aku tahu kesedihan akan kehilangan dirimu hanya membuatku terluka, sebab kebahagiaanpun akan semakin lama datang.

Wahai kekasihku yang telah lama pergi, kini kepergianmu hanya menyisakan rindu yang selalu menjaga kenangan kita. Namun, aku sedikit serakah sebab hanya aku seorang yang selalu merasakan rindu ini, sedangkan kamu hanya selalu mengabaikannya.

Setiap waktu aku hanya bisa berdoa agar rindu ini selalu tersampaikan, bertemu denganmu misalnya. Lirih aku berdoa bersama airmata kehadiranmu hanya sebatas mimpi. Memimpikanmu saja sudah suatu anugerah yang indah, dan itu aku anggap pertemuan kita yang tertunda dikenyataan.

Senja pun tiba, dan keheningan malam mulai tercipta, rindu mulai berbondong menggerogoti hati. Pernah kukatakan aku merindukanmu, dan sampai saat ini jawaban itu hanya kebisuan yang selalu aku tunggu untuk bisa berbicara. Lirih dalam doa aku mengenangmu bersama, air mata membasahi sajadah ini hingga esok dan seterusnya kamu hanya membisu.

@Rezasuryap



4.      Rindu adalah Cinta
Hal yang tersulit ketika lembaran kosong ini  terabaikan dan aku tak tahu harus menulis tentang apa. Aku bingung apa yang ingin aku tulis entah it cinta, rindu, kenangan ata hal – hal yang membuatku harus meneteskan airmata.
Puisi adalah caraku mengingatmu, sebab disetiap baitnya hanya namamu dan tentangmu yang terselip, mungkin kamu tak pernah menyadarinya seperti luka yang berikan dan rindu yang tak pernah tersampaikan.
Aku menyukai kata rindu, lalu tahukah kamu mengapa ? Rindu adalah cinta, itu sederhananya. Rindu adalah doa dan airmata. Mungkin tanpa rindu, aku takkan bisa mencintaimu, sebab pada rindu aku memulai mencintaimu.
Rindu adalah doa dan airmata, ketika kamu pergi dan kutahu kamu takkan pernah kembali hanya doa yang selalu aku haturkan bersama airmata. Inilah rindu yang aku sukai dan membuatku bahagia, sebab rindulah yang selalu mengingatkanku tentang kamu dari dulu hingga sekarang.
@Rezasuryap



5.      Jari Manis
Aku melihatmu di sebuah cafe. Diam – diam aku selalu mengikutimu tanpa kamu sadari. Tak tahu kenapa setiap kali melihatmu aku merasakan ada sesuatu yang menggetarkan, tepatnya di dada sebelah kiri ini. Mereka mengatakan itu adalah cinta pada pandangan pertama.
Awalnya aku tak pernah percaya cinta yang jatuh pada pandangan pertama itu. Ketika waktu terus berjalan semakin lama aku selalu ingin menemui tanpa harus bertatapan denganmu, melihatmu saja sudah membuatku melupakan kesedihan.
Memang menyakitkan ternyata sesuatu yang kita pendam itu. Aku hanya menunggu waktu yang tepat saat aku benar - benar siap untuk mengenal cinta, rindu, dan kepedihan. Perlahan aku mulai mendekatimu, kusapa kamu, dan kuulurkan tangan sambil memperkenalkan diri. Kamu pun tak ragu untuk menyalami tangan yang aku ulurkan sambil menyebutkan namamu. Dari sinilah aku mulai penasaran siapa kamu.
Pertemuan pertama tertuntaskan dan menyisakan rasa penasaran, lalu aku harus siap untuk merindu ketika pertemuan kedua terjadi. Lalu terciptalah rindu setelah pertemuan kedua terselesaikan seperti yang kuperkirakan, dan itulah saat terakhirku melihatmu. Karena Tuhan hanya mempertemukan kami, bukan untuk mempersatukan, aku harus siap merasakan rindu yang tak terselesaiakn ketika aku tahu di jari manis tangan kirimu sudah ada yang melingkarinya.
@Rezasuryap



6.      Merindukanmu
Merindukanmu adalah hal yang sederhana namun mengakhirinya adalah hal tersulit untuk kulakukan. Rinduku adalah hal yang tabah dan sabar menanti kehadiaranmu, bahkan dia selalu setia menunggu kita berjuimpa. Rinduku takkan pernah mengenal kata pergi, sebelum dia merasakan hangatnya pelukkanmu.
Pada rindu aku harus menjaga arti cinta yang seharusnya kita jaga. Aku berterimakasih pada jarak, saat itulah aku memahami arti rindu yang sebenaranaya, saat itu juga aku tak pernah mengenal kata lelah ketika namamu selalu kuhaturkan dalam lirihnya doaku.
Segera katakanlah ketika kamu mulai merasakan denyutan rindu, saat itu juga aku akan berusaha menemuimu, sebab aku tahu rindu itu menyakitkan apalagi tak pernah tersampaikan. Jika aku tak bisa menuntaskan ridu yang kamu rasakan saat itu juga, aku berharap kamu bisa bersabar sedikit karena rindu akan semakin indah jika kita benar – benar bertemu nantinya.
Pada heningnya malam, aku semakin khusyuk dalam merindukanmu, airmataku semakin berlinang bersama namamu yang kuselipkan dalam bait doaku. Dan tahukah kamu, bahwa embun pagi yang tercipta itu adalah sebagian dari airmata yang belum sempat mengering tadi malam, karena aku selalu merindukanmu.
@Rezasuryap



7.      Tak Tersampaikan
Kutemukan catatan harian tentang kita. Tak tahu kenapa, airmata hampir luruh ketika kulihat catatan itu harus berdebu dan  karena aku tak sanggup menuliskan akhir dari isi catatan itu, sebab itu sangat menyakitkan.
Pernah kukatakan sebelumnya bahwa kenanganlah yang selalu menjaga rindu, bukan untuk kamu lupakan kenangan itu sebelum kamu  benar – benar sanggup tanpa kenangan itu, sebab pada kenangan itu aku sedikit lupa tentang kepedihan..
Aku mengerti sekarang kenapa kamu menciptakan kenangan itu sebelum aku tahu kamu akan pergi selamanya. Dan aku selalu bersyukur kepada Tuhan sebelum kamu bertemu denganNYA  dan setidaknya kita sudah banyak mencipatakan kenangan, entah itu yang duka ataupun  suka. Memang singkat kenangan yang tercipata setidaknya selamanya kenangan itu ada pada kita.
Jika rindu yang tercipta setelah aku mengingat kembali kenangan itu, haruskah rindu ini aku berikan kepadamu dan aku tahu bahwa rindu ini tak tersampaikan, namun aku percaya di sana aku akan selalu bahagia, sebab aku selalu mengingatmu dan menjaga kenangan kita.
@Rezasuryap



8.      Penyesalanmu
Aku berdiri di ujung kebahagiaan ketika kamu mulai ingin menjauhiku. Aku tak bisa membuatmu bertahan karena aku ingin kamu bisa bahagia dengan pilihanmu. Memang cinta akan berakhir menyedihkan ketika aku harus merelakanmu pergi bersamanaya.
Membuatmu bahagia tanpa harus kamu cintai itu sudah cukup bagiku. Aku hanya ingin kamu selalu bahagia atas apa yang kulakukan, bukan berarti aku selalu mengalah, bukan berarti aku seorang yang lemah, namun aku memahami bahwa mencintai akan lebih menyakitkan ketika kita saling memaksakan ego.
Aku berharap kamu bisa mengingatku tanpa harus kamu cintai apalagi kamu rindukan, dan itu adalah harapanku untuk bisa menuntaskan rindu ketika aku dan kamu saling merindukan. Segeralah kembali kepelukkanku ketika kamu rindu apa itu kehangatan cinta yang kuberikan.
Kamu merindukanku dan aku berharap aku bisa menuntaskan rindumu, namun kini terlambat sudah, sebab kita sudah memilih jalan kita masing – masing, dan aku menemukan kebahagiaanku selain kamu, dan itu ada pada dirinya.  
Akhirnya penyesalanmu tercipta karena kamu telah mengabaikan kebahagiaan selama ini.
@Rezasuryap

Komentar

Postingan Populer